Monday, 28 November 2016

Inilah Fakta Tentang Lebih Baik Ta'arufan Dari Pada Pacaran

Fakta Tentang Lebih Baik Ta'arufan Dari Pada Pacaran

Inilah Fakta Tentang Lebih Baik Ta'arufan Dari Pada Pacaran

Selamat malam sahabat fakta, beberapa lalu teman saya pernah bertanya, bagus mana Pacaran atau Ta'arufan..? jujur saya kemarin bingung mau jawab apa karena setiap perinsip manusia pasti berbeda beda.

Jika membahas soal ta'aruf dan pacaran ini sebenarnya sudah banyak yang tahu, namun belum banyak yang melakukannya, termasuk saya.

Tapi dibalik semua hal itu saya ada sesuatu hal yang penting untuk dibagikan untuk anda semua tentang permasalahan ini, dalam artikel ini saya bukan ingin sok pintar, namun hanya ingin mengajak saja untuk melakukan yang terbaik selama dalam hidup.

Pada zaman sekarang ini memang sudah sangat sulit untuk merubah pola fikir seseorang untuk bisa melakukan Ta'aruf dibandingkan pacaran, padahal banyak hikmah dan manfaat yang bisa kita ambil jika kita memilih Ta'arufan dibandingkan Pacaran.


Contoh salah satunya kita bisa terhindar dari perbuatan zinah, terhindar dari perbuatan maksiat dan bisa memperbaiki diri untuk bisa menjadi seorang pemimpin didalam berkeluarga nanti, Pada artikel saya kali ini saya ingin membahas tentang Perbedaan Ta'aruf dan Pacaran baik dari segi keadaan dan manfaatnya. Baiklah langsung saja simak artikelnya di bawah ini.


Perbedaan Ta'aruf dan Pacaran Yang Wajib Kamu Ketahui 

Dari pembahasan diatas, bisa dilihat dan diperhatikan bahwa ta'aruf dan pacaran jelas berbeda. Seperti yang telah kita ketahui, definisi ta'aruf berbeda dengan definisi pacaran. Tidak hanya dari definisinya saja yang berbeda,  namun masih ada beberapa perbedaan lainnya. Berikut ini beberapa perbedaannya :

1. Berdasarkan tujuannya
  • Ta’aruf : Mengenal calon istri atau calon suami, dengan harapan jika ada kecocokan antara kedua belah pihak maka proses berlanjut dengan pernikahan. 
  • Pacaran : Mengenal calon pacar baik laki-laki ataupun perempuan, dengan harapan jika ada kecocokan diantara keduanya maka tetap berlanjut dengan pacaran (belum tentu berlanjut dengan pernikahan atau tidak sama sekali) dan pacaran lebih mengarah kepada kenikmatan sesaat, maksiat, dan zina.

2. Berdasarkan pertemuannya
  • Ta’aruf : pertemuan yang dilakukan seperti adab bertamu biasa, dirumah sang calon (baik dari pihak laki-laki ataupun perempuan) atau bisa ditempat pertemuan lainnya. Tentunnya semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan masih tetap dalam koridor syari'ah Islam. Minimal harus ada pihak ketiga atau orang lain (yang mahramnya) misalnya dari keluarga calon istri atau dari calon suami. Sehingga tidak ada alasan untuk pergi jalan-jalan berdua, boncengan, bergandengan tangan, nonton dan seterusnya. Pertemuan dalam ta'aruf lebih baik dilakukan dengan sedikit pertemuan, dikarenakan untuk menghindari zina hati. Selama pertemuan baik dari pihak laki-laki maupun perempuan dipersilahkan untuk menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing seperti halnya kepentingan untuk menikah. 
  • Pacaran : pertemuan yang dilakukan hanya berdua saja baik dirumah sang calon atau ditempat pertemuan lainnya. Dalam pacaran, kebanyakan dari mereka tidak melibatkan pihak ketiga (yang mahramnya) untuk menemani dan menjadi saksi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (terutama hal yang dilarang dalam agama islam). Pertemuan biasanya dilakukan seminggu sekali, kebanyakan di malam minggu.

3. Berdasarkan ada tidaknya ruang untuk berkhalwat
  • Ta'aruf : jelas tidak memberikan ruang untuk khalwat (berduaan), karena ketika mengadakan pertemuan secara lansung wajib hukumnya ditemani oleh pihak ketiga yang merupakan mahramnya.
  • Pacaran : pada umumnya khalwat (berduaan) merupakan hal yang biasa dilakukan dan bahkan menjadi aktivitas utamanya ketika bertemu. Misalnya makan bareng berdua, jalan bareng udah pasti berdua, nonton bareng juga berdua, semuanya serba berdua tanpa ada pihak ketiga yang menemani. Hal tersebut bisa membuka kesempatan untuk mendekatkan diri pada zina.

4. Berdasarkan awal terjadinya ta'aruf dan pacaran
  • Ta’aruf : ketika kedua belah pihak (calon suami dan calon istri) sudah merasa bahwa menikah merupakan suatu kebutuhan dan sudah benar-benar siap secara fisik, mental serta materi untuk menikah.
  • Pacaran : ketika butuh teman buat curhat, penyemangat hidup atau yang lebih parah lagi pacaran hanya untuk kesenangan sesasat.

5. Berdasarkan lamanya waktu ta'aruf dan pacaran
  • Ta’aruf : Prinsip dari melakukan ta'aruf adalah lebih cepat lebih baik (dalam hal waktunya), jika dari kedua belah pihak sudah tidak ada lagi keraguan dan mantap untuk bersatu dalam pernikahan tetapi jika tidak ada kecocokan maka segera berhenti sampai di proses taaruf.
  • Pacaran : waktunya bisa 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun, dan bahkan tidak ada batas maksimalnya.

6. Taaruf tanda keseriusan sedangkan pacaran hanya untuk main-main.
  • Ta'aruf : tanda keseriusan dalam ta'aruf berarti kesiapan untuk menikah, karena salah satu syarat dari ta'aruf yaitu siap menikah baik dari sisi mental, sisi keuangan, dan juga izin dan restu dari orang tua.
  • Pacaran : arti dari pacaran hanya untuk main-main yaitu dimana tidak ada komitmen dan kejelasan kapan akan menikah dari awal menjalin hubungan pacaran. Istilah yang sering diucapkan bagi mereka yang pacaran “Udah coba jalanin aja dulu, jika ada kecocokan lanjut pada tahap serius”.

7. Berdasarkan rasa cinta
  • Ta'aruf : tidak ada ungkapan rasa cinta dan sayang di awal/sebelum akad pernikahan. Bagi mereka yang ta'arufan, mereka harus siap sedia menjaga hati mereka dari perasaan cinta, karena cinta pada ta'aruf dibangun setelah akad pernikahan. Sehingga ketika ta'aruf gagal maka tidak ada salah satu dari mereka yang merasa dikecewakan.
  • Pacaran : pacaran di awali dengan ungkapan rasa cinta, sudah terciptanya ikatan hati dan rasa satu sama lain. Sehingga ketika gagal menuju pernikahan maka akan ada diantara mereka rasa kecewa, merasa dirugikan, ada juga yang merasa tidak rela atau belum bisa mengiklaskan untuk kehilangannya.

Sekian uraian artikel tentang perbedaan ta'aruf dan pacaran, semoga artikel diatas dapat bermanfaat bagi anda maupun untuk sekedar menambah wawasan dan pengetahuan anda mengenai
ketentuan Ta'aruf dan perbedaan Ta'aruf dan pacaran. Terima kasih atas kunjungannya.






 

 


Related Posts

Inilah Fakta Tentang Lebih Baik Ta'arufan Dari Pada Pacaran
4/ 5
Oleh