Monday, 26 December 2016

8 Cara Dalam Membentuk Keluarga Yang SAMAWA


8 Cara Dalam Membentuk Keluarga Yang SAMAWA
Rumah tangga Harmonis Via Newsfarras.com

Kebahagiaan adalah sesuatu yang berharga, setiap manusia berusaha untuk mencapainya walaupun dengan cara yang berbeda-beda. Sebagian mereka menganggap bahwa kebahagiaan dapat diperoleh dengan mengumpulkan banyak harta. Sebagian yang lain beranggapan bahwa kebahagiaan terdapat pada tingginya kedudukan atau jabatan dan anggapan-anggapan lainnya.

Dalam Menginginkan suatu kebahagian di dalam rumah tangga semestinya kita mulai dahulu dari mencari Istri yang Samawa, maka dari itu baca penjelasannya dibawah ini .

Sesungguhnya salah satu kebahagiaan manusia yang paling utama adalah memiliki keluarga yang bertakwa kepada Allah ta’alaa. Karena ketakwaan hamba kepada Allah adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. 

Berikut adalah beberapa tips untuk membentuk keluarga yang bahagia;
1. Memilih istri yang bertakwa, dan shalihah. 

8 Cara Dalam Membentuk Keluarga Yang SAMAWA

Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Seorang wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung.”

Dalam hadits yang lain beliau berkata


“Harta yang paling utama adalah lisan yang selalu berdzikir, hati yang selalu bersyukur, dan istri beriman yang membantu suaminya dalam keimanan.” istri shalehah adalah salah satu sebab kebahagiaan. sebagaimana istri yang buruk adalah salah satu sebab kesengsaraan. hal ini telah dikhabarkan dalam sebuah hadits Shahih,

“Maka di antara kebahagiaan, adalah istri shalehah yang jika kamu memandangnya kamu merasa senang. jika kamu tidak ada, ia menjaga dirinya dan hartamu. Dan di antara kesengsaraan adalah, istri yang jika kamu melihatnya, kamu merasa kesal padanya. Lisannya menyakitimu, dan jika kamu tidak ada, ia tidak menjaga dirinya dan hartamu.”

Jika seorang wali ingin menjadikan keluarga anaknya menjadi keluarga yang bahagia, ia harus memilih pria yang sesuai untuk anak perempuannya. Hal ini adalah kewajiban bagi setiap wali. Sebagaimana sebuah hadits dari Abu Hurairah Radliyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika telah datang kepada kalian siapa (lelaki) yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak perempuan kalian), jika tidak maka niscaya akan terjadi musibah dan kerusakan di bumi.”

2. Jika tidak mendapatkan istri yang shalehah, maka wajib bagi seorang suami untuk membimbing istrinya dalam memperbaiki diri. 

8 Cara Dalam Membentuk Keluarga Yang SAMAWA
suami bimbing istri via http://www.walimah.info/


Caranya sebagai berikut:

– Membantunya dalam perkara akidah, memupuk keimanan dalam hatinya, dan menautkan hatinya kepada Allah. Baik dengan ayat-ayat Allah yang terdapat di al-Qur’an maupun yang terdapat di alam. Juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat Allah yang tak terhingga. Nikmat yang ia rasakan siang dan malam.

– Memperbaiki ibadahnya dengan menjelaskan hukum-hukum syari’at yang terdapat pada setiap ibadah, seperti wudhu, shalat, puasa, dan ibadah-ibadah lainnya.

– Berusaha meningkatkan keimanannya. Dengan mengajaknya untuk menunaikan qiyamul lail bersama, memperbanyak tilawah al-Qur’an, menjaga dzikir sesuai dengan waktunya, membaca buku-buku yang bermanfaat. Juga mengajaknya untuk banyak bersedekah, bersemangat dalam mendampinginya saat beramal shaleh, menjauhkannya dari perkara yang buruk, serta menjadi teladan yang baik baginya dalam kebaikan.

3. Menjadikan rumah sebagai tempat untuk mengingat Allah. 


Menjadikan rumah sebagai tempat untuk mengingat Allah
Tips menjadikan rumah yang penuh berkah via http://www.catatanmuslimah.com/
Karena rumah yang didalamnya selalu disebutkan nama Allah dengan rumah yang tidak pernah digunakan untuk berdzikir kepada Allah, ibarat orang yang hidup dengan orang yang mati, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Maka tunaikanlah ibadah-ibadah sunnah, dan yang tidak kalah penting memprioritaskan dzikir-dzikir yang disunnahkan berkenaan dengan rumah, seperti doa ketika hendak masuk atau keluar rumah, bersiwak, membaca surat al-Baqarah di dalam rumah untuk mengusir setan, dan yang lainnya.

4. Antusias dalam mendidik anggota keluarga.

Antusias dalam mendidik anggota keluarga

Seperti mengadakan pelajaran harian untuk mereka dengan menggunakan kitab-kitab yang sudah masyhur dikalangan kita seperti Riyadus-Shalihin milik Imam Nawawi, Tafsir as-Sa’di, dan kitab-kitab bermanfaat lainnya.

5. Membuat perpustakaan buku-buku islam di dalam rumah.

Sepeti Terdiri dari kitab-kitab tafsir, hadits, aqidah, fiqh, adab dan tazkiyatun nafs, dan sirah.

6. Mengundang orang-orang shaleh, dan penuntut ilmu agar mereka mengunjungi rumah kita.

Mengundang orang-orang shaleh

Alasan ini diambil Karena hal ini memiliki faidah yang besar. Mencarikan komunitas atau teman-teman wanita yang baik bagi istri, baik dari kalangan dai’ah atau pun penuntut ilmu. Agar istri terbiasa bermajlis bersama mereka dan mengambil banyak manfaat bersama mereka.

7. Tidak menunjukkan perselisihan di hadapan anak-anak.

Tidak menunjukkan perselisihan di hadapan anak-anak

Bagi anak, rumah bagaikan sebuah sarang. Ia sangat terikat dan terhubung kepadanya. Apabila orang tuanya bersikap ramah, ia akan betah di sarangnya.
Dalam rumah seperti ini, anak akan merasa puas dan aman. Mengasuh dalam suasana menyenangkan seperti ini menjadikan kualitas dan kapabilitas laten anak mampu menemukan ekspresinya, dan akan memberikan hasil yang baik.

Namun, bila orang tua selalu bertengkar, maka anak akan kehilangan ketenangan dan kepuasan, sehingga tak merasa nyaman dan tenteram. Orang tua yang selalu berselisih dan bertengkar pada dasarnya tak mau memahami perasaan anak mereka.

Dalam situasi seperti ini, anak menjadi ketakutan, dan dengan hati luka akan mencari sudut ruangan untuk menyembunyikan diri dan bertanya-tanya mengapa orang tua mereka berperilaku seperti itu. Atau, akan mencari kesempatan untuk melarikan diri dari rumah dan mencari perlindungan di jalanan dan pasar-pasar.

Kenangan terpahit seorang anak adalah ketika orang tuanya bersitegang dan bertengkar. Anak-anak tak mampu melupakan kenangan tersebut sepanjang hidupnya. Kejadian itu akan terus tergores dalam dirinya dan mengganggu karakternya.

Padahal sebagian anak-anak tersebut ada yang berhati lemah dan terhambat pertumbuhan fisiknya. Mereka akan patah hati, dan menghabiskan hidupnya secara menyedihkan. Sangat mungkin anak perempuan dari orang tua semacam ini akan memiliki kesan bahwa semua laki-laki itu sekeras dan sekasar ayahnya.

Akhirnya orang enggan menikahi dirinya. Mungkin juga terjadi bahwa anak-laki-laki dari rumah semacam itu akan berpikir bahwa semua wanita berperilaku seburuk ibunya, dan memutuskan untuk membujang seumur hidup.

Dalam lingkungan seperti itu anak menjadi suka memberontak dan mulai membenci orang tuanya; bahkan beberapa anak menjadi pendendam. Data statistik menunjukkan bahwa banyak sekali anak-anak yang doyan keluyuran, minum minuman keras, dan bermasalah di tengah masyarakat adalah diakibatkan suasana buruk di rumahnya.

Jika seseorang mengingat kejadian pahit di masa kecilnya, yakni saat-saat di mana orang tuanya selalu bertengkar, ia akan merasa bahwa meskipun kejadian itu telah lama sekali berlalu, namun kenangan tak sedap itu masih tersimpan di benaknya.


8. Mementingkan pendidikan anak. 

 Mementingkan pendidikan anak

Memperingatkan mereka agar tidak berinteraksi dengan hal-hal buruk, menjauhkan istri dan anak-anak dari sarana-sarana yang dapat mendatangkan keburukan di dalam rumah. Seperti siaran televisi yang tidak mendidik, menumbuhkan keburukan, mengajarkan anak untuk membangkang pada orang tua, dan tidak beradab kepada orang tua, berani terhadap Allah dan hukum-hukum agama. Menjauhkan mereka dari hal-hal tersebut sama saja menjauhkan mereka dari kehancuran.

Demikian lah tadi 8 kiat yang kita harus lakukan agar kita mampu membentuk keluarga yang SAMAWA, semoga bermanfaat.

Related Posts

8 Cara Dalam Membentuk Keluarga Yang SAMAWA
4/ 5
Oleh