Friday, 23 December 2016

Jika Tuhan Maha Mengetahui dan Maha Mendengar Kenapa Kita Harus Meminta di Dalam Doa

Kenapa kita meminta di dalam doa padahal Tuhan Maha Tahu dan Maha Mendengar..? pertanyaan itu pasti pernah anda fikirkan, kenapa kita dianjurkan untuk berdoa dan meminta apa yang kita inginkan kepada Tuhan, padahal kita percaya dan tahu Bahwa Allah Swt Maha Tahu Lagi Maha Mendengar.

Jika Tuhan Maha Mengetahui dan Maha Mendengar Kenapa Kita Harus Meminta di Dalam Doa
Doa adalah suatu bentuk ibadah. via http://www.wajibbaca.com/

Nah pasti ada yang tidak kita ketahui kenapa hal itu bisa terjadi dan kita harus lakukan..?
di dalam artikel ini saya hanya ingin memberitahukan kepada anda kenapa itu bisa terjadi, pasti ada alasan kenapa kita harus begitu.

Baik lah saya akan menjelaskan nya, mohon teman teman nanti koment ya jika pernyataan saya ini salah..

1. Karena  Doa adalah suatu bentuk ibadah.

Allah SWT. berfirman:

وَقَالَ رَ‌بُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُ‌ونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِ‌ينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Ghafir [40]: 60).
 
Dalam ayat ini, Allah SWT. menegaskan bahwa berdoa dan memohon kepada Allah SWT. itu adalah ibadah. Oleh karena itu, Allah SWT. mengatakan bahwa orang-orang yang tidak mau berdoa kepadanya, padahal Dia sudah menjanjikan akan mengabulkan doanya sebagai orang-orang sombong sehingga akan dimasukkannya ke dalam neraka dalam keadaan hina. Dan doa sebagai ibadah itulah yang ditekankan oleh Nabi SAW. dalam haditsnya:

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ” إِنَّ الدُّعَاءَ هُوَ الْعِبَادَةُ ” ، ثُمَّ قَرَأَ : وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ سورة غافر آية60.

Dari Al-Nu’man bin Basyir ra. ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda: “Doa itu adalah ibadah, kemudian beliau membaca ayat 60 surat Ghafir yang artinya, “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (HR. Tirmizi, Ibnu Majah, Abu Daud, al-Nasa`i dan Hakim).
Dalam riwayat lain disebutkan:

عن أَبِى هُرَيْرَةَ قال: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” مَنْ لَا يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata, “Rasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah SWT., Dia akan marah kepadanya.” (HR. Tirmizi).

 Sumber : wajibbaca


2.  Karena Berdoa Adalah Sarana untuk Berkomunikasi dengan Tuhan


Selain untuk berkomunikasi, doa juga sebagai sarana untuk mengingatkan dan menanamkan kepada kita sebuah tekad untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan. Dengan berdoa, sama halnya kita menanamkan ke dalam alam bawah sadar kita tentang sebuah keinginan atau cita-cita yang kita ingin raih. Kemudian alam bawah sadar akan memerintahkan kepada diri kita untuk berusaha mendapatkan apa yang kita inginkan.

Catatan pentingnya adalah, kehendak Tuhan mengiringi itikad dan usaha manusia. Dengan berdoa manusia akan dapat selalu mengingat dan menyemangati dirinya untuk mendapatkan yang diinginkannya. Berdoa sama sekali tidak berarti meragukan bahwa Tuhan maha tahu, tetapi justru memberikan kekuatan kepada diri sendiri untuk senantiasa berusaha dan menunjukkan kepada Tuhan bahwa kita memiliki kemauan yang kuat.

3. Karean Berdoa adalah bentuk suatu pengakuan kita sebagai Makhluk yang lemah yang meminta pertolongan Dari Nya

Jika Tuhan Maha Mengetahui dan Maha Mendengar Kenapa Kita Harus Meminta di Dalam Doa


Ya, kita perlu berdoa, karena Allah suka jika hamba-Nya berdoa kepada-Nya. Doa adalah bukti bahwa kita mengakui kelemahan kita di hadapan Allah, merasa rendah di hadapan-Nya dan senantiasa membutuhkan pertolongan-Nya. Doa adalah pengakuan manusia, bahwa dirinya hanyalah seorang hamba di hadapan Allah.

Orang-orang yang tidak mau berdoa kepada Allah hanyalah orang yang sombong, seakan ia tidak butuh pertolongan Allah, atau merasa gengsi kalau harus merajuk dan merendahkan diri di hadapan Allah. Wajar jika Allah memurkai orang-orang semisal ini.

 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ
 
“Bahwasanya barangsiapa yang tidak (mau) meminta kepada Allah, maka Allah murka kepadanya.” (HR Tirmidzi)
Ath-Thiibi menjelaskan hadits tersebut, “Barangsiapa yang tidak mau memohon kepada Allah maka ia telah memposisikan diri untuk dibenci oleh Allah, dan orang yang dibenci layak untuk dimurkai, dan Allah suka jika hamba-Nya memohon kepada-Nya.

Allah menyebut orang-orang yang tidak mau berdoa kepadaNya sebagai orang yang sombong, sebagaimana firman-Nya,

“Dan Rabbmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS al-Mukmin 60).

Mereka menyombongkan diri dari ibadah kepada Allah, dan makna ibadah dalam ayat ini adalah doa, sebagaimana jelas ditunjukkan oleh kalimat sebelumnya. Dan secara definitif Nabi shallallahu alaihi wasallam juga menafsirkan kata ‘ibaadati (beribadah kepada-Ku) pada ayat tersebut dengan doa. Sebagaimana yang dikatakan oleh an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasuullah shallallahu alaihi wasallam bersabda di atas mimbar,
اَلدَّعَاءُ هُوَ اْلعِباَدَةُ

“Doa adalah ibadah..” Lalu beliau shallallahu alaihi wasallam membaca ayat tersebut. (HR Tirmidzi, beliau mengatakan hadits hasan shahih) Syeikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata, “Tidak diragukan lagi bahwa doa adalah ibadah, karena ketika seseorang berdoa kepada Allah, maka dia telah membangun doanya di atas dua keyakinan; Pertama, bahwa ia mengakui betapa mendesak kebutuhan dirinya kepada Allah dan bahwa tidak ada tempat bersandar selain kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala. Kedua, bahwa doa menjadi bukti ta’zhim (pengagungan) dan keimanannya kepada Allah karena dia yakin bahwa Allah kuasa untuk mengabulkannya.”

Ini juga menjadi jawaban bagi orang yang menganggap bahwa berdoa berarti mendikte Allah untuk melakukan sesuatu, atau bahkan menyuruh Allah untuk ini dan itu. Doa adalah permohonan. Secara bahasa, permohonan adalah permintaan yang ditujukan dari yang lebih rendah derajatnya kepada yang lebih tinggi derajatnya. Jika ada anak yang meminta uang saku kepada orangtuanya, itu bukan berarti anak lebih tinggi derajatnya daripada orangtua. Justru menunjukkan, bahwa orangtua lebih tinggi statusnya daripada anak. Orang yang berdoa kepada Allah justru menunjukkan dirinya lemah dan butuh di hadapan Allah.
Doa adalah Cara yang Diperintahkan.

Allah memang mengetahui keiginan kita dan Mahakuasa untuk memberikan apa yang kita inginkan meskipun tanpa meminta. Akan tetapi Allah menetapkan doa sebagai cara bagi manusia yang ingin mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Meskipun Allah telah menganugerahkan kepada manusia nikmat tak terhitung banyaknya tanpa manusia meminta. Allah menjadikan doa sebagai sebab, sebagaimana ikhitar ragawi juga menjadi sebab untuk mencapai tujuan. 

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan Rabbmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.” (QS al-Mukmin 60)
Ketika manusia menginginkan sesuatu yang menurutnya adalah kebutuhan, maka Allah memerintahkan manusia untuk meminta kepada-Nya sebagai bentuk ikhtiyar. Dan Allah menjanjikan pengabulan doa bagi yang mau melaksanakannya.

Bahkan, Ibnul Qayyim al-Jauziyah berkata, “Doa adalah sebab yang paling dominan untuk meraih sesuatu yang dicari dan menolak sesuatu yang dibenci.” Betapa banyak kisah dari zaman ke zaman yang menunjukkan dahsyatnya kekuatan doa. Dan banyak di antara peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan bahwa doa mampu menghasilkan sesuatu yang tidak dimampui oleh usaha manusia.

Ini juga menjadi jawaban pertanyaan, “Apa perlunya berdoa, sedangkan Allah berbuat sesuai kehendak-Nya, bukan sesuai kehendak manusia?”
Bahwa Allah memang berbuat dengan apa yang Dia kehendaki, “Fa’aalul limaa yuriid”, Dia berbuat apapun yang Dia kehendaki, tapi jangan lupa bahwa doa hamba-Nya adalah termasuk sesuatu yang Dia kehendaki. Terbukti sangat banyak ayat dan hadits yang memerintahkan kita untuk berdoa kepada-Nya, wallahu a’lam bishawab. (Abu Umar Abdillah)

Sumber : arrisalah

 Itulah tadi beberapa jawaban atas pertanyaan di artikel saya tadi yaag membahas Jika Tuhan Maha Mengetahui dan Maha Mendengar Kenapa Kita Harus Meminta di Dalam Doa, semoga bermanfaat dan dapat menambah keimanan anda sebagai umat yang beragama.

Related Posts

Jika Tuhan Maha Mengetahui dan Maha Mendengar Kenapa Kita Harus Meminta di Dalam Doa
4/ 5
Oleh